Tahukah anda? Otak memiliki kebutuhan
energi yang berbeda dengan kebutuhan energi tubuh lainnya. Berat otak pada anak
kurang dari 10% berat tubuhnya namun otak membutuhkan energy 40% dari total
kebutuhan energy. Otak tidak menyimpan energy seperti halnya bagian tubuh yang
lain, namun otak membutuhkan energy secara terus menerus sesuai dengan kerja
otak yang tidak pernah berhenti. Berbagai zat gizi yang dibutuhkan otak antara
lain ada Lemak dan Protein yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan
pematangan fungsi sel syaraf otak, sedangkan karbohidrat berfungsi memberikan
energy lebih untuk otak.
Apa
itu isomaltulosa? Isomaltulosa ditemukan oleh Prof. Weidenhagend dari Jerman
pada tahun 1957, ia menemukan bakteri protaminobacter rubrum yang dapat
menghasilkan enzim yang dapat merubah sukrosa menjadi isomaltulosa.
Isomaltulosa merupakan karbohidrat yang berasal dari tebu dan madu. Struktur
atom dari isomaltulosa sama seperti karbohidrat jenis disakarida, dalam pemecahannya
isomaltulosa dipecah seperti karbohidrat kompleks sehingga isomaltulosa dapat
dikatakan sebagai karbohidrat unik. Isomaltulosa memberikan energy yang sama
dengan jenis karbohidrat lain dalam bentuk glukosa darah yaitu sebesar 4 kal/g.
Isomaltulosa
kini dapat digunakan sebagai pengganti gula pada makanan dan minuman. Tingkat
kemanisan isomaltulosa 42% dari tingkat sukrosa, namun dapat bertahan lebih
lama dan konstan dalam memberikan energy pada tubuh dan otak disbanding dengan
sukrosa yang lebih cepat diserap namun energinyapun lebih cepat habis.
Isomaltulosa stabil dalam suasana asam, sehingga tidak menyebabkan karies gigi.