Thursday, May 3, 2012

Isomaltulosa


Tahukah anda? Otak memiliki kebutuhan energi yang berbeda dengan kebutuhan energi tubuh lainnya. Berat otak pada anak kurang dari 10% berat tubuhnya namun otak membutuhkan energy 40% dari total kebutuhan energy. Otak tidak menyimpan energy seperti halnya bagian tubuh yang lain, namun otak membutuhkan energy secara terus menerus sesuai dengan kerja otak yang tidak pernah berhenti. Berbagai zat gizi yang dibutuhkan otak antara lain ada Lemak dan Protein yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan dan pematangan fungsi sel syaraf otak, sedangkan karbohidrat berfungsi memberikan energy lebih untuk otak.
                Apa itu isomaltulosa? Isomaltulosa ditemukan oleh Prof. Weidenhagend dari Jerman pada tahun 1957, ia menemukan bakteri protaminobacter rubrum yang dapat menghasilkan enzim yang dapat merubah sukrosa menjadi isomaltulosa. Isomaltulosa merupakan karbohidrat yang berasal dari tebu dan madu. Struktur atom dari isomaltulosa sama seperti karbohidrat jenis disakarida, dalam pemecahannya isomaltulosa dipecah seperti karbohidrat kompleks sehingga isomaltulosa dapat dikatakan sebagai karbohidrat unik. Isomaltulosa memberikan energy yang sama dengan jenis karbohidrat lain dalam bentuk glukosa darah yaitu sebesar 4 kal/g.
                Isomaltulosa kini dapat digunakan sebagai pengganti gula pada makanan dan minuman. Tingkat kemanisan isomaltulosa 42% dari tingkat sukrosa, namun dapat bertahan lebih lama dan konstan dalam memberikan energy pada tubuh dan otak disbanding dengan sukrosa yang lebih cepat diserap namun energinyapun lebih cepat habis. Isomaltulosa stabil dalam suasana asam, sehingga tidak menyebabkan karies gigi.

Thursday, September 1, 2011

KOREAN FASHION

Haiii ladies dimanapun kalian berada..
siapa yang tidak menyukai segala bentuk baju-baju yang indah, kali ini saya akan sedikitnya berbagi mengenai beberapa contoh fashion korea yang bisa digunakan di indonesia lho...
semoga kalian semua terinspirasi....

baju-baju seperti ini sangat cocok  anda gunakan pada acara semiformal.. bagi anda yang menyukai warna-warna gelap ini akan terlihat semakin elegant..












dan yang ini adalah beberapa contoh pakaian yang bisa kalian gunakan untuk berjalan-jalan..

selamat mencoba...^^v

Tuesday, August 30, 2011

Diet Diabetes Mellitus

Diabetes Melitus (DM) adalah keadaan hiperglikemia kronik disertai berbagai kelainan metabolik akibat gangguan insulin, yang menimbulkan berbagai komplikasi kronik pada mata, ginjal, saraf dan pembuluh darah. Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa (WHO), pada tahun 2000 jumlah penderita diabetes diatas umur 20 tahun berjumlah 150 juta orang.  Indonesia menempati urutan ke-4 terbesar dalam jumlah penderita Diabetes Melitus di dunia, terdapat sekitar 5,6 juta penduduk Indonesia yang mengidap Diabetes Melitus pada Tahun 2000. Tahun 2006 jumlah penderita Diabetes Melitus di Indonesia meningkat tajam menjadi 14 juta orang.
Diabetes Melitus dapat diklasifikasikan menjadi Insulin Dependen Diabetes Melitus (IDDM) dan Non Insulin Dependen Diabetes Melitus (NIDDM). Penderita Diabetes Melitus memiliki gejala khas, antara lain adalah  poliuria, polidipsi, polifagi, berat badan menurun (walau nafsu makan meningkat atau polifagi), dan lemas. Poliuria terjadi karena kadar gula darah yang berlebihan, gula tersebutpun dikeluarkan oleh ginjal, namun karena sifat gula menarik cairan maka volume air kemih akan berlebihan sehingga penderita akan sering kencing. Kehilangan  cairan yang berlebihan akan menimbulkan rasa haus pada penderita (polidipsi). Namun akibat adanya gangguan transportasi gula ke sel jaringan, terutama otot, maka sel-sel tersebut akan kekurangan energi, dengan adanya glukosuria (gula dalam urine) tubuh akan kehilangan energi secara percuma penderita akan merasa lemas dan mudah lapar (polifagia). Kenaikan kadar glukosa dalam darah merupakan suatu tanda pada penderita Diabetes Melitus. 
Komplikasi penyakit Diabetes Melitus dapat dibedakan menjadi komplikasi yang bersifat akut dan kronis (menahun). Komplikasi akut meliputi ketoasidosis diabetika (DKA), koma non-ketosis hiperosmolar (koma hiperglikemia), dan hipoglikemia. Sedangkan komplikasi kronis meliputi komplikasi mikrovaskuler (mikroangiopati) dan komplikasi makrovaskuler (makroangiopati). Penanganan diabetes terutama diabetes tipe II terdiri atas empat pilar, yaitu edukasi, perencanaan makan (diet diabetes), latihan jasmani (exercise) dan intervensi farmakologis yang terdiri atas pemberiaan obat-obat hipoglikemik oral atau pemberian insulin.
Menurut Pranadji dkk  (2000), jenis diet Diabetes Melitus terdiri dari:
a.  Diet B diberikan pada pasien dengan indikasi tidak tahan lapar, hiperkolesterolemi, usia >15 tahun. Perbandingan KH: Protein: Lemak = 68%: 12% : 20%. Jumlah kebutuhan serat adalah 35g/1000 Kal.
b.  Diet B1 diberikan pada pasien dengan indikasi memerlukan protein tinggi seperti pada ibu hamil dan menyusui, masa pertumbuhan, mengalami patah tulang, penderita hepatitis kronik atau sirosis hati, tuberkulosis paru, selulitis (gangren), hipertitoid, kanker, mengidap penyakit infeksi cukuplama atau dalam keadaan pasca bedah. Perbandingan KH: Protein: Lemak  = 60% : 20%: 20%.
c.   Diet B2 diberikan pada penderita Diabetes Melitus dengan nefropati diabetik. Creatinin serum = 2,5 – 4 mg/dl dan klirens kreatinin =  25 – 60 ml/menit.  Perbandingan KH: Protein: Lemak = 68% + tinggi kalori (>2000 Kal) : 12%+ kaya asam amino essensial: 20%.
d.  Diet B3 diberikan pada pasien dengan indikasi DM + komplikasi ginjal CCT 7-25 ml/menit. Energi tinggi, protein 40 g/hr, sisa energi KH : Lemak = 4:1.
e.  Diet puasa: tanpa insulin, gula darah <200 mg/dl. OAD diminum saat buka, dan olahraga setelah tarawih.
Tujuan diet Diabetes Melitus adalah untuk memulihkan dan mempertahankan kadar  gula darah normal, mencegah dan menangani komplikasi, memberi cukup energi untuk mempertahankan atau  mencapai berat badan normal. Syarat diet Diabetes Melitus terdiri dari:
a.  Energi cukup, perbandingan karbohidrat, lemak, dan protein tergantung ada tidaknya  komplikasi.
b.    Cukup mineral dan vitamin.
c.    Kolesterol ≤ 300 mg/hari.
d.   Rendah garam bila ada hipertensi dan komplikasi lain.
e.    Gula murni tidak boleh, utamakan karbohidrat kompleks.
f.     Tinggi serat, terutama serat larut air.
g.    Frekuensi makan sering tetapi dalam porsi kecil (Uripi, 2010).

I MISS U

Alway the exactly same sky and always the same day
Only thing that is different is that you are not here
I thought I've let you go. Without anything left
No, no. I still haven't been able to let you go

Longing for you, I am longing for you.
Because I am longing for you, I call you and call you by myself everyday
Missing you, I am missing you.
Because I am missing you, now I just call out your name like a habit. Even today

Day by day, I feel like I am dying, so what could I do?
Love you, Love you I love you
Without even being able to tell you these, I've had to let you go like that

Sorry, I am sorry.
Can you hear me?
Could you be able to hear my late confession?
I love you.


 

Monday, August 30, 2010

DIET PADA PENDERITA INFEKSI SALURAN PERNAFASAN AKUT(ISPA)

ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) adalah suatu penyakit yang terbanyak diderita oleh anak- anak, baik dinegara berkembang maupun dinegara maju dan sudah mampu dan banyak dari mereka perlu masuk rumah sakit karena penyakitnya cukup gawat. Penyakit-penyakit saluran pernapasan pada masa bayi dan anak-anak dapat pula memberi kecacatan sampai pada masa dewasa.

ISPA merupakan infeksi saluran pernafasan yang berlangsung sampai 14 hari. penyakit ini dapat disebabkan oleh virus. adapun cara penularannya dapat melalui air ludah, darah, bersin, udara yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat dan masuk kesaluran pernafasannya.

Pencegahannya dapat dilakukan dengan cara menjaga keadaan gizi agar tetap baik, mencegah anak berhubungan dengan penderita ISPA, menjaga kebersihan perorangan dan lingkungan dan dengan melakukan imunisasi pada anak.

DIET yang diberikan pada penderita ISPA antara lain yaitu diet berdasarkan kepadatan makanan (DIET makanan saring dan DIET makanan lunak)
Tujuan dietnya antara lain  Memberikan makanan dalam bentuk lunak yang mudah ditelan dan dicerna sesuai dengan kebutuhan gizi dan keadaaan penyakit.
Syarat dietnya: 
Energi, protein, dan zat gizi lain cukup
Makanan yang diberikan dalam bentuk cincang atau  lunak, sesuai dengan keadaan penyakit, umur, dan kemampuan pasien
Makanan diberikan dalam porsi sedang, yaitu 3 kali makanan lengkap dan 2 kali makanan selingan
Makanan mudah cerna, rendah serat da tidak mengandung bumbu tajam
-wienn-
^^v 

Thursday, August 26, 2010

MAKANANAN dan MINUMAN

Banyak hal yang kurang kita pedulikan lagi mengenai ini..
right!! makanan dan minuman yang kita konsumsi...
makanan merupakan awal dari sumber energy kita sehari-hari untuk beraktifitas..
sumber energy kita sehari-hari berawal dari ini... yaitu protein, lemak, karbohidrat, vitamin, mineral dan air...
itu adalah zat gizi yang kita butuhkan untuk melakukan aktifitas sehari-hari...
selain zat gizinya, sanitasi dari makanan itu juga sangat mempengaruhi kualitas dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari...
oleh karena itu kebersihan tempat produksi makanan juga harus terjaga sanitasinya...
banyangkan berapa juta bakteri yang kita konsumsi setiap harinya jika dari sebuah ulekan bersih saja terdapat jutaan bakteri jika tidak disiram oleh air hangat terlebih dahulu saat kita akan menggunakannya..
betapa menakutkannnya bukan...
oleh karena itu tidak ada salahnya bukan kita menjalankan pola hidup yang sehat???
bayangkan berapa banyak uang yang kita keluarkan untuk membayar dokter jika kita sakit??